Tuesday, September 27, 2016

Pelajaran Penting Dibalik Pelukan Mesra Michelle Obama Kepada George W Bush

Perbedaan pandangan politik dan warna kulit bukanlah penghalang untuk persaudaraan dan persatuan. Nampaknya itulah yang ingin ditunjukkan oleh Keluarga Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan keluarga Mantan Presiden Amerika Serika Serikat, George W Bush.

Walau dalam percaturan politik, kubu Presiden Obama yang berasal dari Partai Demokrat seringkali “diserang” oleh kubu Partai Republik (partai tempat Mantan Presiden George W Bush bernaung) yang selalu menjadi oposan dan pengkritik paling depan, ternyata tidak menghalangi keluarga kedua orang besar tersebut untuk menjalin dan menjaga tali silaturahmi yang mesra.

Belum lama ini dunia maya dihebohkan oleh foto Ibu Negara Amerika Serikat Ny. Michelle Obama memeluk Mantan Presiden George W Bush dengan mesra dan penuh kekeluargaan dengan disaksikan oleh pasangan masing-masing.

Michelle Obama Peluk George W Bush
Pelukan mesra Ibu Negara Ny. Michelle Obama untuk Mantan Presiden George W Bush yang menjadi viral (photo: NY Daily News)

Hal itu terjadi pada sebuah acara formal untuk mengenang masa lalu bangsa dan negara Amerika yang kelam karena perang saudara. Perang tersebut adalah perang antara kaum kulit putih dan kaum kulit hitam.

Sejarah menyakitkan dan kelam tersebut memang sudah lama usai. Namun sejarah tersebut tetap harus diperingati sebagai pelajaran untuk melangkah dan mewujudkan kejayaan di masa depan. Kejayaan hanya bisa diperoleh melalui persatuan bangsa. Oleh karena itu, Pemerintah Amerika Serikat meresmikan sebuah museum yang dinamakan The Smithsonian National Museum of African-American History and Culture (NMAAHC).

The Smithsonian National Museum of African American History and Culture (NMAAHC) adalah museum yang memperingati segala hal tentang budaya dan sejarah suku Afrika-Amerika di negara adikuasa ini.

Terkait hal ini, Presiden Barack Obama pun sempat men-tweet hal ini pada akun Twitter-nya. "Saya bangga untuk menjadi saksi atas peresmian @NMAAHC bersama para pahlawan. Sejarah Afrika-Amerika adalah pusat kejayaan sejarah bangsa Amerika," ujarnya.

Tapi ada yang menarik pada acara peresmian museum itu. Acara itu dihadiri oleh Mantan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush dengan sang istri, Ny. Laura Bush.

Bukan hanya sekadar sapaan, pertemuan kedua pria dan pasangan pemimpin negara ini bahkan disambut dengan pelukan oleh sang ibu negara, Ny. Michelle Obama.

Saat itu, Michelle Obama datang sambil bergandengan tangan dengan suaminya, Presiden Barack Obama. George W. Bush sudah berdiri di tempat bersama sang istri.

Ny. Michell Obama pun datang dan lantas memeluk Bush yang sudah berusia 70 tahun ini. Para hadirin pun riuh melihat hal ini. Barack Obama dan Laura Bush pun tersenyum melihat mereka.

Momen ini tak ketinggalan diabadikan oleh banyak orang. Hal ini juga menjadi catatan sejarah ketika seorang ibu negara berkulit hitam memeluk seorang mantan presiden yang berkulit putih.

Presiden Obama dan Ibu Negara menyatakan bahwa mereka merasa sangat berterima kasih kepada Bush lantaran museum ini mulai dibangun tahun 2003 atas seizin dari Presiden George W Bush. Museum dengan luas 400.000 meter persegi ini didesain oleh arsitek berdarah Inggris-Ghana bernama David Adjaye.


Apakah hal semacam (pelajaran dan peringatan mengenai persatuan berbagai elemen SARA dalam perjuangan bangsa merebut dan mempertahankan) ini bisa terwujud di negara kita? Nampaknya, apabila mengingat keadaan pada masa sekarang ini yang dipenuhi oleh hate speech (ujaran kebencian), hal tersebut hanyalah sebuah keniscayaan dan angan-angan.
(NY Daily News)

No comments:

Post a Comment