Monday, March 20, 2017

Video Asli Penangkapan Bung Karno Oleh Belanda Yang Akan Membuat Anda Terpana

Banyak peristiwa sejarah perjalanan bangsa dan negara Republik Indonesia yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satunya adalah penangkapan Bung Karno dan Bung Hatta di Yogyakarta pada saat Agresi Militer Belanda II.

Penangkapan atas Bung Karno dan Bung Hatta dilakukan atas perintah Jenderal Meijer yang kawatnya dikirimkan kepada Van Langen. Perintah tersebut diterima oleh Van Langen di Banaran sebelum masuk Yogyakarta pada 18 Desember 1948.

"Tangkap Sukarno dan seluruh kabinetnya illegal-nya", demikianlah bunyi perintah dari Jenderal Meijer tersebut.

Sementara di Gedung Agung, Yogyakarta, Bung Karno dan Bung Hatta berdebat sengit dengan beberapa orang apakah ia akan melarikan diri atau menyerahkan diri ke Belanda. Nah, ketika mereka sedang berdebat terdengarlah deru pesawat terbang Belanda.

Rupanya stelah menerima perintah tersebut, Van Langen langsung memerintahkan para pilot pesawat Angkatan Udara Belanda untuk segera terbang. Tercatat ada sekitar 15 buah pesawat Mitchell yang tiba-tiba menyerbu Yogyakarta.

Sebelumnya pada jam 5 pagi di Lapangan Terbang Maguwo para taruna pimpinan Kasmiran sedang mulai bangun dan hendak berolahraga, tapi tiba-tiba mereka melihat ada sekitar belasan orang dengan berseragam loreng dan baret merah yang ternyata pasukan khusus Belanda sudah mengepung hanggar. 

Kasmiran belum sempat mengokang senjata, tapi ia sudah keburu diberondong oleh tembakan. Sekitar setengah kompi anak buah Kasmiran pun gugur saat itu juga. 

Di Gedung Agung, berkali-kali Letkol Latief Hendraningrat masuk ke ruang kabinet dan membawa laporan penyerbuan yang dikirimkan oleh wartawan di Maguwo. Bung Karno membaca laporan terakhir dimana sekitar 5.000 pasukan Brigade T Belanda sudah mengepung Yogyakarta. 

Di dekat Borobudur pun sudah masuk pasukan Marinir. "Oh, Belanda mau bikin 'tweede' 10 Mei ya?" kata Bung Karno melirik Sjahrir yang dengan muka kuyu. "Kenapa kamu Sjahrir". Tanya Bung Karno lagi melihat wajah yang lemas "Aku belum makan dari tadi". Tak lama ada ucapan itu, tiba-tiba disekeliling Gedung Agung, bom pun berjatuhan. 

Sjahrir malah berdiri dan ngeloyor ke belakang "Aku makan dulu". Bung Karno menggeleng-gelengkan kepala. Anak buah Sjahrir melihat dan bertanya saat Sjahrir mulai makan nasi "Apa bapak tak takut bom". Sjahrir dengan ketus menjawab "Soal mati itu urusan nanti, kalo mati ya mati, sekarang saya lapar, mau makan dulu". 

Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebelumnya sudah ditemui Van Langen di Keraton. "Saya sudah menjadi Republikein sekarang, tapi kalau kamu mau injak-injak keraton saya, langkahi dulu mayat saya" kata Sultan dengan bahasa Belanda, Mendengar kata Sri Sultan, Van Langen pun gemetaran. Van Langen tahu bahwa Sultan merupakan sahabat dekat Sri Ratu Juliana. 

"Bukan begitu Paduka, saya hanya mau cari ekstrimis". Pendek kata, Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap oleh Belanda di Gedung Agung. Seorang tentara bernama Bob Hering menyalami Bung Karno dan berkata "Saya kagum dengan Anda". Bung Karno menjawab "Demi bangsaku, aku berjuang, demi bangsamu kau juga berjuang, kita kebetulan berada pada garis yang berbeda".

Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim dan beberapa orang lainnya dibawa ke Semarang, lalu diangkut dengan pesawat Catalina ke Toba, Tanah Batak. Di tepi pantai, pesawat Catalina mendarat dan dengan menggunakan perahu kecil mereka dibawa ke darat. Sjahrir bertanya pada Bung Karno "Setelah ini apa?" Bung Karno diam saja, Agus Salim hanya memandang ke depan. 

Sebuah bangsa sedang dipertaruhkan dan nyawa mereka sebentar lagi terancam ditembak mati. Penembakan mati ini awalnya adalah bocoran yang diterima Agus Salim dan Sjahrir, tapi Sukarno menganggap sepi, kemudian Sukarno didatangi seorang perempuan Batak yang menjadi pembantu di rumah tahanan, ia menangis meraung-raung "Kenapa kamu menangis?" kata Bung Karno. "Bapak, sedikit lagi bapak ditembak mati..." kata perempuan itu sambil menyeka air matanya. "Saya mendengar Kapten Belanda menyuruh anak buahnya menyiapkan tempat eksekusi". 

Bung Karno sebagai manusia biasa gemetaran, ia berada pada ujung nyawanya, ia duduk lemas, "Sebentar lagi mati" ucap Bung Karno lirih. Lalu Bung Karno berdoa sebentar, sebagai seorang Muslim ia percaya pada kitab sucinya, kepada Al Qur'an dan ada satu kebiasaan Sukarno yaitu : "membuka al qur'an secara acak, jikalau hatinya sedang kisruh". Bung Karno membuka Al Qur'an secara acak dan ia tertegun :"Hidup mati manusia di tangan Allah SWT". 

Bung Karno berpikir dan hatinya teguh "Kenapa aku kuatir dengan perkataan manusia?" desisnya. Dan ia pun tak tidur hingga menjelang pagi, ia tahu hidupnya sepenuhnya untuk bangsanya, untuk peradaban yang lebih baik bagi Indonesia.

Dua hari kemudian ada belasan pemuda Batak Karo nekat memasuki rumah tahanan Bung Karno, mereka ditembaki, mereka mati semua. Inilah kenapa Batak Karo sampai sekarang merupakan basis pendukung terkuat, karena mereka tau sejarah bagaimana Bung Karno berkorban untuk bangsa ini.

Versi sejarah Orde Baru mencatat Bung Karno ditangkap (paksa) oleh Belanda. Namun dalam video asli yang bisa dilihat disini Bung Karno malahan senyum-senyum dan berbincang akrab dengan serdadu Belanda. Bahkan ia diberi hormat militer oleh salah seorang penangkapnya, serta tidak diancam dengan todongan senjata sehingga para tentara yang hendak membawanya pun segan kepada Bung Karno, Bung Hatta, Haji Agus Salim, Sjahrir,semua diperlakukan dgn santun.

video


Ini sangat beda dgn perlakuan saudara sebangsanya saat beliau dilengserkan oleh MPRS. Menurut cerita Pak Maulwi Saelan, Bung Karno diusir oleh tentara atas perintah "you know who" dengan bentakan dan todongan senjata plus sangkurnya, dan didorong-dorong sampai tidak ada waktu untuk berkemas.

Apakah Anda masih mau hidup dalam kebohongan Orba? Saya sih tidak mau.

Wednesday, March 8, 2017

Begini Cara Mendapatkan Penawaran Harga Kamar Hotel Paling Murah

Bagi para traveller, akomodasi atau tempat menginap merupakan masalah krusial yang sering menjadi beban pikiran saat hendak berwisata. Terlebih lagi apabila merupakan traveller backpacker.

Rasanya susah-susah gampang mencari kamar hotel "bertarif bagus bagi kantong" yang "bagus untuk ditinggali". Oleh karena itu para traveller kerapkali direpotkan dengan masalah reservasi hotel.

Puri Artha Hotel
Ilustrasi kamar hotel twin bed (photo: Agoda)

Reservasi atau booking kamar hotel bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti langsung datang ke hotel, menelepon hotel secara langsung atau memesan lewat internet alias online booking dengan berbagai aplikasi pemesanan online..

Dari semua cara pemesanan hotel tersebut, ada cara yang diklaim atau memberikan harga yang termurah bagi para traveller.

"Ada persepsi di pasaran kalau harga online lebih murah dari pada travel company. Hotel punya rate parity mengontrol harga jual kamar mereka di harga tertentu," kata Presiden Direktur PT Bayu Buana Tbk., Agustinus Pake Seko saat acara jumpa pers Bayu Buana Fabulouss Journey di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa 7 Maret 2016.

Rate parity tersebut membuat hotel menjadi lebih hati-hati untuk memberi harga untuk online travel agent. "Karena jika harganya dijual lebih murah lagi, harga (kamar) akan turun," kata Agustinus.

Sebaliknya, cara mendapatkan harga termurah adalah dengan melakukan pembelian secara offline atau langsung di agen perjalanan.

"Kalau di perusahaan wisata itu harganya wholesaler. Karena ada wholesaler contract (kontrak dengan pembelian partai besar). Kalau lagi travel fair kadang orang kaget harganya bisa lebih murah," demikian bocoran yang disampaikan Agustinus.

Menurutnya Agustinus, harga kamar hotel di travel fair bisa lebih murah sekitaran 30-40% dari harga biasa (published rate). Walaupun demikian, harga wholesaler menurut Agustinus tak berlaku bagi pembelian di situs agen perjalanan, sekalipun agen perjalanan konvensional.


Sebab pada situs agen perjalanan tersebut juga diberlakukan rate parity. Jadi cara terbaik mendapatkan harga kamar terbaik adalah datang langsung ke kantor agen perjalanan.

Semoga bermanfaat.
(dari berbagai sumber)

Ternyata Mall-mal Ini Yang Disebut Prabowo Berdiri Di Tanah Negara Bukan Berdiri Di Tanah Negara

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa ada tanah milik negara di Jakarta yang diatasnya digunakan untuk didirikan mall. Setidaknya ada tiga mal di Jakarta yang ditengarai berdiri di atas tanah negara. Ketiganya tersebar di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Pernyataan tersebut sontak membuat banyak kalangan bertanya-tanya mengenai kebenarannya.

Ilustrasi Mall (photo: Wikipedia)

Sampai akhirnya, mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya, Prabowo Soenirman, menyebut Plasa Atrium dan Cikini Gold Center di Jakarta Pusat serta Blok M Square di Jakarta Selatan sebagai mal yang berdiri di atas tanah negara.

"Lahan pusat perbelanjaan Atrium, Blok M Square dan Cikini Gold Center semuanya adalah milik Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta," kata Prabowo yang kini menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Pernyataan Prabowo tersebut disanggah oleh analis hukum pertanahan dan properti Eddy Leks. Eddy menyatakan bahwa ketiga mal tersebut sebenarnya tidak berdiri di atas tanah negara, melainkan di atas tanah daerah karena dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi, kalau berdasarkan pernyataan tersebut itu statusnya tidak masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang tanah negara. Itu disebut barang milik daerah, bukan barang milik negara," ucap Eddy pada Senin 6 Maret 2017.

Lalu bagaimana membedakan "kepemilikan negara (pusat)" dengan "kepemilikan daerah"?

Berdasarkan PMK Nomor 78 Tahun 2014, yang disebut tanah negara bisa dibedakan menjadi dua, yaitu tanah yang dikuasai negara dan tanah yang menjadi barang milik negara (BMN). Nah, tanah yang dikuasai negara dapat dimohonkan hak oleh siapa pun sesuai peraturan perundangan yang ada.

Tetapi, tanah BMN adalah tanah yang dibeli atau diperoleh dari APBN atau perolehan lain yang sah.

"Kalau yang disebutkan itu merupakan aset daerah dan tunduk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri dan aturan tentang perusahaan daerah karena itu kerja sama antara perusahaan daerah DKI Jakarta dengan swasta," urai Eddy.

Soal mall yang didirikan di tanah negara, rasanya Anda semua sudah tahu mall yang mana kan?
(JPNN, kompas)